Rabu, 21 Agustus 2013

PENDIDIKAN AJANG PENGEMBANGAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL

Tidak bisa dipungkiri jika manusia sebagai mahluk hidup pada dasarnya memiliki beberapa kebutuhan untuk hidup. Salah satu hal yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk meniti kehidupan ialah menyiapkan diri sedini mungkin dalam kehidupan. 
Setiap manusia dalam berkehidupan pada hakekatnya memiliki pengharapan yang cenderung indentik atau boleh dikatakan hampir sama yakni "SUKSES DALAM SEGALA HAL". Melihat tuntutan di era globalisasi yang semakin hari semakin sengit, maka setiap manusia dituntut untuk selalu belajar, belajar dan belajar. 
Pendidikan merupakan salah satu media yang dapat mengakomodir segala kebutuhan untuk menyiapkan orang-orang dalam berkehidupan. Melalui pendidikan, maka seseorang tidak hanya diantarkan untuk memahami dan menguasai dunia akademik yang ditekuninya, akan tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikannya dan mensosialisasikan kemampuannya tersebut kepada khalayak dan bahkan juga mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Sehingga, seseorang akan mampu untuk beradaptasi dan memiliki kemampuan yang memadai baik dalam hal kemampuan hard skill seperti keahlian akademis, keahlian professional bahkan keahlian profesional tambahan, maupun kemampuan soft skill seperti keahlian dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.
Kemampuan hardskil bisa didapatkan melalui kegiatan yang bersifat akademik baik itu dalam kegiatan belajar dikelas, membaca buku maupun artikel-artikel ilmiah lainnya. Sedangkan kemampuan softskil bisa didapatkan melalui pelatihan atau pengembangan yang bisa diperoleh dari kegiatan seperti berinteraksi dengan teman, seminar maupun kegiatan ekstrakulikuler. 
Namun dalam kenyataannya banyak sekolah di Indonesia yang masih mengedepankan pendidikan bercorak hard skill. Padahal dewasa ini dapat dilihat bahwa banyak pengguna tenaga kerja yang justru menginginkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai keahlian akademis-profesional teknis, akan tetapi juga yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Bahkan lebih jauh juga kemampuan untuk bekerja keras dan cerdas serta bekerjasama.
Melihat fenomena tersebut melalui pendidikan ini diharapkan terjadi senerji antara peran serta guru dan pelajar untuk menghasilkan dan menciptakan keseimbangan hardskill maupun softskill dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Sehingga pelajar nantinya tidak hanya mampu menguasai teori secara akademik tetapi juga siap untuk terjun di masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar