Jumat, 16 Agustus 2013

BONA ABON (Abon Nangka)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Nangka adalah salah satu jenis buah yang paling banyak ditanam di daerah tropis. Buah ini cukup terkenal di seluruh dunia. Dalam bahasa Inggris dinamakan jack fruit. Tanaman ini diduga berasal dari India bagian selatan yang kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia. Di Indonesia, pohon nangka dapat tumbuh hampir di setiap daerah.
Tanaman nangka yang berkerabat dekat dengan cempedak, keluwih, dan sukun, merupakan tanaman buah tahunan. Umur tanamannya panjang, dapat mencapai puluhan tahun. Tinggi tanaman dapat mencapai 25 m. Panjang buah nangka berkisar 30-90 cm, diameter 25-50 cm, dengan berat rata-rata 15-20 kg, walaupun ada yang mencapai 40-50 kg. Produksi buah cukup beragam, ada yang bisa menghasilkan 60 buah per pohon per tahun.
Di Indonesia, pohon ini memiliki beberapa nama daerah antara lain nongko/nangka (Jawa, Gorontalo), langge (Gorontalo), anane (Ambon), lumasa/malasa (Lampung), nanal atau krour (Papua). Sebutan untuk nangka di beberapa negara adalah: nangka (Malaysia), kapiak (Papua Nugini), liangka (Filipina), peignai (Myanmar), khnaor (Kamboja), mimiz atau miiz hnang (Laos), khanun (Thailand), serta mit (Vietnam).
Bagian dari buah nangka yang umum dikonsumsi adalah nangka muda, nangka masak, dan bijinya. Komposisi gizi dari setiap bagian tersebut dapat dilihat pada tabel. Nangka muda memiliki komposisi mineral yang cukup bagus, terutama kalsium dan fosfor, masing-masing sebesar 45 mg dan 29 mg per 100 gram. Keunggulan lain dari nangka muda adalah mengandung karbohidrat (11,3 g/100 g) dan vitamin C (9 mg/100 g)

Komposisi Gizi per 100 gram nangka muda, nangka masak, dan biji nangka

Komponen gizi
Nangka Muda
Nangka Masak
Biji Nangka
Energi (kkal)
51
106
165
Protein (g)
2,0
1,2
4,2
Lemak (g)
0,4
0,3
0,1
Karbohidrat (g)
11,3
27,6
36,7
Kalsium (mg)
45
20
33
Fosfor (mg)
29
19
200
Besi (mg)
0,5
0,9
1,0
Vitamin A (SI)
25
330
0
Vitamin B1 (mg)
0,07
0,07
0,20
Vitamin C (mg)
9
7
10
Air (g)
85,4
70
57,7
Sumber: Direktorat gizi, Depkes.

Keunggulan utama nangka masak dibandingkan nangka muda dan biji nangka adalah memilk kadar vitamin A yang tinggi, yaitu 330 SI per 100 g daging buah. Vitamin A berperan dalam menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi.
Namun, bila kekurangan vitamir A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, sel-sel membran akan kering dan mengeras. Keadaan tersebut dikenal dengan istilah keratinisasi. Keadaan tersebut bila berlanjut akan menyebabkan, penyakit xeroftalmia, yang bila tidak diobati akan menjadi buta.
Selain itu, buah nangka juga mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks. Mineral esensial yang dibutuhkan tubuh seperti kalsium, sang, besi, magnesium, selenium, dan tembaga, juga terdapat pada buah nangka.
Kandungan kalium pada buah nangka masak cukup baik, yaitu mencapai 303 mg/100 g. Meningkatnya konsumsi kalium dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Bukti epidemiologis menunjukkan adanya korelasi negatif antara konsumsi kalium (K) dengan hipertensi, baik pada orang-orang yang tekanan darahnya normal maupun mereka yang bertekanan darah tinggi. Dugaan lain menyebutkan bahwa tingginya rasio kalium terhadap natrium bertanggung jawab terhadap menurunnya hipertensi.
Pada nangka masak, kadar natriumnya (Na) sangat rendah, yaitu 3 mg/100 g, sehingga rasio K terhadap Na mencapai 100:1. Tubuh seorang dewasa mengandung kalium (250 g) dua kali lebih banyak daripada natrium (110 g). Walapun demikian, biasanya konsumsi kalium dari bahan pangan lebih sedikit daripada natrium, terutama pada pangan-pangan olahan yang banyak menggunakan garam atau penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG).
Berdasarkan uraian di atas maka kami berinisiatif untuk membuat produk baru yaitu abon dari nangka yang kami namakan BONA ABON. Yang akan dijelaskan secara rinci dalam makalah yang berjudul ANALISIS BISNIS BONA ABON

1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang di atas adalah :
1.      Mengapa kelompok kami memilih abon nangka sebagai usaha bisnis?
2.      Bagaimana cara pengolahan nangka menjadi abon?

1.3 TUJUAN
1.      Untuk mengetahui alasan atau gagasan utama di dirikan usaha ini
2.      Untuk mengetahui cara pengolahan nangka menjadi abon

1.4 MANFAAT
1.      Diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru untuk pembaca
2.      Dengan penulisan makalah ini di harapkan daapat menambah referensi perpustakaan

1.5 LUARAN YANG DIHARAPKAN
Sesuai dengan tujuan makalah seperti yang telah diuraikan diatas, maka luaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah  berupa dimilikinya keterampilan dalam pembuatan abon khususnya abon nangka yang dapat digunakan untuk tambahan lauk disaat makan nasi. Luaran yang diharapkan dalam pembuatan abon nangka ini adalah untuk memperkenalkan produk kami di masyarakat warga Singaraja khusus, dan Bali pada umumnya. Untuk pemberian merek enak dan gurih pada merek kami telah melakukan penelitian kecil pada masyarakat di desa Banyuning untuk mengetahui sejauh mana kelayakan produk yang kami buat. Dalam penelitian yang telah dilakukan tanggal 24 Mei kami menggunakan 10 Responden. Dan hasilnya adalah enak dan gurih, dari hal tersebutlah kami mendapat motivasi kuat untuk mengembangkan usaha kami.








BAB II
PENDAHULUAN

PROSES
  1. MAN
Kami mengkhsuskan segmen pasar yang ada disekitar kampus misalnya dikantin-kantin yang ada dikampus UNDIKSHA,karena produk kami ada label undiksha,dengan harapan agar produk kami laris dibeli oleh para mahasiswa undiksha. Di singaraja pada khususnya masih jarang ditemukan pedagang yang menjual abon nangka ini. Maka kami mencoba gagasan usaha abon nangka ini dan berharap dapat memberikan peluang usaha dan menguntungkan untuk waktu jangka panjang.

2.2 TUJUAN USAHA
Tujuan kami mendirikan usaha ini adalah untuk menciptakan suatu usaha baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas yang bersedian meluangkan waktunya untuk membantu kami dalam pembuatan abon nangka ini. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan produk kami ke masyarakat luas di singaraja khususnya, sehingga produk kami akan semakin terkenal, hal tersebut jelas akan berimplikasi terhadap meningkatnya laba (memperoleh keuntungan yang akan diperoleh.

2.3 TAHAP ANALISIS
a.       Aspek pemasaran, meliputi:
®  Produk yang akan di pasarkan berupa “Abon Nangka”
®  Harga yang di pasarkan dimulai dari Rp 3.500/kotak sampai Rp 12. 000/kotak
®  Segmentasi pasar
Segmentasi pasar di identifikasi oleh semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa
®  Target pasar
Kami menargetkan konsumen yang datang membeli produk kami maksimal 30 orang per hari
®  Masa hidup produk
Masa hidup produk kami cukup lama. Sekitar 2 mingguan, untuk itu kami bisa memproduksi dalam jumlah yang cukup banyak.
®  Struktur pasar
Struktur pasar yang kami gunakan adalah pasar persaingan sempurna
®  Persaingan dan strategi pesaing
Dalam persaingan dengan kompetitor kami menawarkan produk yang lebih murah dari pesaing, karena produk kami baru maka pesaing terbilang masih sedikit

Adapun strategi promosi yang akan kami lakukan masih sangat sederhana yaitu dengan perantara dari mulut ke mulut.

b.      Aspek teknik produksi/ operasi, meliputi :
®  Lokasi opererasi
Lokasi yang kami pilih adalah di dekat pasar di Jl. Diponegoro, karena di sini biasanya banyak konsumen yang mencari berbagai produk. Selain itu kami juga akan menggunakan distribusi marketing sebagai alat untuk memasarkan produk kami, yaitu dengan menitipkan produk kami ke swalayan-swalayan terdekat, salah satunya di Swadaya.

®  Mesin dan peralatan
Peralatan yang di butuhkan antara lain kompor, pisau, blender. Talenan, panci, wajan, baskom, nampan, sendok, garpu, dll.

®  Bahan baku dan bahan penolong
·         Nangka muda (ketewel)
·         Ayam potong
·         Bawang merah
·         Bawang putih
·         Lombok
·         Kunyit
·         Ketumbar
·         Jintan
·         Garam secukupnya
·         Gula secukupnya
·         Minyak goreng
·         Dll

®  Tenaga kerja
Pegawai yang kita butuhkan adalah 5-6 orang untuk membuat abon nangka serta pelayan konsumen.

®  Lay-out
Di sini kami hanya membuat warung kecil untuk tepat berjualan, dan kami tidak membuat café atau tempat makan.

c.       Aspek manajemen
®  Kepemilikan
Unit bisnis yang akan didirikan adalah milik bersama. Adapun keuntungan  dari unit yang kami pilih  adalah :
1.      Mudah mendirikannya
2.      Pengelola bebas mengelola sendiri
3.      Tidak banyak mengikuti ketentuan hukum (aturan)
4.      Pajak yang relatif ringan
5.      Rahasia perusahaan terjamin
6.      Biaya organisasi lebih murah karena sumber daya yang relatif murah
® Tim Manajemen
1.      Manajemen personalia (1 orang)
2.      Manajemen produksi (3 orang)
3.      Manajemen pemasaran (1 orang)
4.      Manajemen keuangan (1 orang)


  1. Aspek Keuangan
1. Biaya Mesin dan Peralatan
JENIS
BANYAK
HARGA SATUAN
JUMLAH
1. Kompor Minyak Tanah
2. Penggorengan Sedang
3. Pisau Dapur
4. Minyak Tanah
5. Minyak Goreng
2 Buah
2 Buah
3 Buah
1 Liter
1 Botol
Rp. 160.000
Rp.   25.000
Rp.   30.000
Rp.     8.000
Rp.   8.000
Rp. 320.000
Rp.   50.000
Rp.   90.000
Rp.     8.000
Rp.   8.000

2. Biaya Bahan Baku
JENIS
BANYAK
HARGA SATUAN
1. Nangka
2. Bawang Putih
3. Bawang Merah
4. Kemiri
5. Ketumbar
6. Kunyit
7. Paha Ayam
8. Gula Pasir
9. Ginten
1 Buah
1/8 kg
1/8 kg
6 Buah
2 bungkus
1 Siung
¼ kg
¼ kg
2 Bungkus
Rp. 2.000
Rp. 2.500
Rp. 2.500
Rp. 1.000
Rp.    500
Rp.    500
Rp. 7.000
Rp. 3.000
Rp.    500

EVALUASI BIAYA AWAL
*      Biaya Mesin dan Peralatan Produksi                                      Rp.  444.000
*      Biaya Bahan Baku x 30 hari                                                   Rp.   585.000
*      Biaya Transportasi (Bensin 4 kendaraan) selama 1bulan        Rp.   600.000
*      Biaya Iklan                                                                              Rp.   871.000+
Jumlah Biaya awal ---------------------------------------------------       Rp.2.500.000

Pengeluaran Per Bulan :
Rp 2.500.000 = Rp. 208.333,33 = Rp. 208.500
         12

Pendapatan Perhari:
*      Abon Rasa Ayam 1/8 kg Rp.  1.500 (20 Buah)= Rp.  30.000
*      Abon Rasa Ayam   ¼ kg Rp.  3.500 (10 Buah)= Rp.  35.000
*      Abon Rasa Ayam   ½ kg Rp. 5.000   (5 Buah)= Rp.  25.000+
     Rp. 90.000

Keuntungan per bulan:
    Rp. 90.000 x 30 = Rp. 1.800.000

Laba kotor per bulan         : Rp. 6.000.000
Laba Bersih per bulan       : Rp. 5.791.500
BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan
1.      Kami mendirikan usaha ini adalah untuk menciptakan suatu usaha baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas yang bersedian meluangkan waktunya untuk membantu kami dalam pembuatan abon nangka ini. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan produk kami ke masyarakat luas di singaraja khususnya, sehingga produk kami akan semakin terkenal, hal tersebut jelas akan berimplikasi terhadap meningkatnya laba (memperoleh keuntungan yang akan diperoleh.
2.      Bahan :
• nangka muda (tewel) 3 kg, kupas dan cuci bersih
• ayam potong 500 gram
• air 2 liter minyak goreng 750 ml

Bumbu Halus :
• bawang merah 6 butir
• bawang putih 3 siung
• kemiri 4 butir
• kunyit 2 cm, bakar
• ketumbar ½ sendok teh
• jintan ¼ sendok teh
• gula pasir secukupnya
• garam secukupnya


Cara Membuat :
1. didihkan air. Masukkan nangka muda, masak higga lunak. Angkat dan peras
2. rebus ayam hingga matang, angkat dan haluskan. Jangan buang air perebusnya
3. tumbuk nangka muda tapi jangan terlalu halus, atau suwar-suwir
4. campur nangka muda dan ayam, aduk rata dan sisihkan
5. panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu hlus hingga harum
6. masukkan campuran nangka muda dan air rebusan udang. Masak dengan api kecil smbil diaduk hingga kering
7. panaskan minyak, goreng adonan nangka muda hingga kering. Angkat dan tiriskan
8. pres atau peras hingga minyaknya tiris. Pisahkan abon dengan garpu agar tidak menggumpal. Kemas.









DAFTAR PUSTAKA

 Http:www.google.com.//abondurian.htm
        
Namara, Erick.2007.50 Peluang Bisnis Makanan & Minuman.
            Jakarta:PT.Buku Kita





Bahan :
• nangka muda (tewel) 3 kg, kupas dan cuci bersih
• ayam potong 500 gram
• air 2 liter minyak goreng 750 ml


Bumbu Halus :
• bawang merah 6 butir
• bawang putih 3 siung
• kemiri 4 butir
• kunyit 2 cm, bakar
• ketumbar ½ sendok teh
• jintan ¼ sendok teh
• gula pasir secukupnya
• garam secukupnya


Cara Membuat :
1. didihkan air. Masukkan nangka muda, masak higga lunak. Angkat dan peras
2. rebus ayam hingga matang, angkat dan haluskan. Jangan buang air perebusnya
3. tumbuk nangka muda tapi jangan terlalu halus, atau suwar-suwir
4. campur nangka muda dan ayam, aduk rata dan sisihkan
5. panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum
6. masukkan campuran nangka muda dan air rebusan udang. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga kering
7. panaskan minyak, goreng adonan nangka muda hingga kering. Angkat dan tiriskan
8. pres atau peras hingga minyaknya tiris. Pisahkan abon dengan garpu agar tidak menggumpal. Kemas.

























 

                                        


               


              


                       
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar