Jumat, 23 Agustus 2013

FILOSOFI BUAH MANGGIS SEBAGAI BUAH KEJUJURAN

Perbedaan merupakan hal yang biasa terjadi, tidak hanya di dalam forum, pertemanan, keluarga tetapi juga yang terpenting ialah di dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang melalui perbedaan, orang semakin tau akan jati dirinya, orang semakin paham mengenai pentingnya harga-menghargai, dan melalui perbedaan pula orang semakin tau yang mana tidak etis dan tidak etis dalam berprilaku sehari-hari.
Selaras dengan hal itu, ada sebuah filosofi yang menguraikan mengenai pentingnya kejujuran vs harta yakni oleh I Nengah Sepel  yang mengemukakan,mengemukakan bahwa: 
"Pada zaman kali yuga ini orang hendaknya meniru Buah Manggis meski dari luar kulitnya gelap atau agak kehitaman, namun buah manggis yang sudah masak isi buahnya sangat manis. Demikian juga, buah manggis tak pernah berbohong, sehingga kerap disebut buah raja. Dimana isi juringan berwarna putih didalamnya selalu sama dengan jumlah guratan kelopak kulitnya dibagian pantatnya. Buah manggis ini dikatakan tidak pernah berbohong karena,  berapa pun jumlah kelopak yang ada dipanntatnya maka sebanyak itu pula jumlah buah isi didalamnya".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar