Rabu, 03 April 2013

MADU DAN RACUN MENYONTEK



Mendengar kata menyontek mungkin bukan  istilah yang tidak asing lagi dikehidupan. Dimana menyontek merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh orang maupun sekelompok orang untuk meniru hal-hal yang dianggap berguna bagi dirinya. Atau dapat dikatakan mencontek merupakan suatu  proses meniru kegiatan, cara/metode, system dan hal-hal penting lainnya yang dilakukan dengan sadar dengan harapan mencapai tujuan seefisien mungkin.

Nah permasalahan yang dihadapi sekarang apakah semua kegiatan mencontek itu baik dan bermanfaat positif? Tentu jawabannya bisa iya dan bisa juga tidak. Jikalau di ibaratkan bagaikan madu dan racun. 

Jawaban iya dalam hal ini dikatakan madu menyontek, jika dalam kegiatan menyontek  dilakukan pada situasi dan kondisi yang tepat sedangkan jawaban tidak jika dilakukan pada kondisi dan situasi yang tidak tepat.

 Kegiatan menyontek bila  dilakukan pada situasi dan kondisi yang tepat dan etis sesunguhnya sangat bermanfaat positif bagi pelaku, tidak hanya dapat meningkatkan motivasi bagi dirinya tetapi juga dapat memecahkan masalah secara efisien.

Selain hal tersebut, melalui kegiatan mencontek seseorang juga dapat meringankan beban pikiran yang sangat bagus dan berguna untuk menjaga keseimbangan pikiran. Yang mana keseimbangan pikiran sangat bermanfaat bagi seseorang tidak hanya dapat menjaga kejernihan pikiran,  tetapi juga dapat menjaga tingkat stress seseorang. Seperti halnya: menyontek kebiasaan orang-orang sukses untuk diaplikasikan dikehidupan, menyontek system, budaya, gaya kepemimpinan, dan metode-metode lain yang dianggap penting, bermanfaat dan etis dilakukan oleh perorangan, kelompok maupun organisasi-organisasi tertentu. 
Sementara diibaratkan racunnya menyontek jika kegiatan menyontek  dilakukan pada situasi dan kondisi yang tidak tepat dan tidak etis semisalnya: melanggar norma kesepakatan, ujian, kuis,  dll sesunguhnya sangatlah tidak bermanfaat bagi pelaku. Walaupun dalam kenyataannya dalam jangka pendek terlihat bermanfaat oleh karena tujuan yang diperoleh telah tercapai secara efisien namun hal tersebut tidaklah akan bertahan lama, dalam artian pelaku tidak akan dapat menjaga keutuhan apa yang telah dilakukan. Apalagi jika ketahuan oleh petugas, tak hanya akan merugikan pelaku secara material tetapi pula dapat menghambat karier dan pencitraannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar